Berawal dari ngga sengaja nonton film The Mortal
Instruments: City of Bones disuatu malam dan berujung dengan rasa penasaran
setelah liat scene ketika Jace (Jamie Campbell Bower) dan Clary (Lily Colins)
terbujur di lantai bertaburkan salju seperti yang ada di video klip Ariana
Grande – Almost is never enough. Bertanya tanya, film apa sih ini sampai ada di
video klipnya Ariana. Dan setelah ditonton sampai habis pun masih membekas
seperti, wow, ini pasti ada
kelanjutannya kan love story between siblings?
Beranjak dari sanalah, aku mengetahui kalau film ini adalah adaptasi dari The Mortal Instruments series Novel yang dibuat oleh Cassandra Clare. Yah, walaupun sepertinya film keduanya yaitu City of Glass tidak akan dilanjutkan, tapi membaca lewat novel sepertinya ide yang bagus. The Mortal Instruments series ini terdiri dari 6 Novel yaitu City of Bones, City of Ashes, City of Glass, City of Fallen Angels, City of Lost Souls dan City of Heavenly Fire.
Aku ngga akan mereview satu persatu dari novel ini. Prove it by yourself. From my deepest heart, ini novelnya
bagus banget. Banget, banget dan banget. Sama sekali ngga ngebosenin, plot
twistnya apik dengan ending yang ngga ketebak disetiap novelnya. Cassandra bisa
membuild up setiap karakter dengan sangat baik. Setiap kata kata menggambarkan
kondisi dengan sangat baik.
-
Berikut sinopsis setiap bukunya :
City of Bones
Selama ini Clary yang hampir berusia 16 tahun, mengira
dirinya hanyalah anak seorang pelukis biasa. Tapi sejak ibunya diculik dan
Clary sendiri hampir mati oleh serangan iblis, ia terpaksa masuk ke dalam dunia
baru yang gelap sekaligus menawan, yaitu Dunia Bayangan.
Ternyata sejak ribuan tahun yang lalu, hanya kaum
Nephilim (manusia keturunan malaikat) yang membasmi iblis demi melindungi
manusia. Mereka disebut Pemburu Kegelapan. Salah satunya adalah Jace yang
kasar, sombong, dan luar biasa menyebalkan. Tapi justru itulah yang membuat
cowok berambut keemasan itu lebih menggemaskan. Lagipula, bagaimana Clary bisa
tahan kalau ada cowok yang selalu siap menerjang iblis, vampir, bahkan manusia
serigala demi melindunginya?
Lalu mengapa iblis mengincar seorang gadis biasa
seperti Clary? Bagaimanakah tiba-tiba Clary mendapatkan penglihatan, sehingga
kini ia bisa melihat peri, warlock, dan nephilim? Para Pemburu Kegelapan pun
benar-benar ingin mengetahuinya.
City of Ashes
Clary hanya ingin hidup normal kembali, tapi ia
telanjur terlibat dengan para Pemburu Bayangan yang bertugas membantai iblis.
Masalah semakin menjadi-jadi karena ibunya tidak bisa dibangunkan dan Clary
tidak bisa berhenti mencintai Jace. Tentu saja ini menyakiti hati Simon, yang
mendadak pergi ke sarang vampir seorang diri. Valentine pun datang lagi, kali
ini untuk mengambil Pedang Mortal. Lagi-lagi dia menawari Jace untuk ikut
dengannya. Ketika Jace diketahui telah pergi untuk menemui Valentine, akankah
Clary tetap memercayainya? Dalam sekuel City of Bones ini, ketegangan menanjak
dan konflik semakin tajam!
City of Glass
Untuk menyelamatkan ibunya, Clary harus pergi ke Kota
Kaca, kota leluhur Pemburu Bayangan. Tapi dia memasukinya tanpa izin, yang
berarti melanggar Hukum dan terancam dihukum mati. Lebih parah lagi, Simon
dipenjara selama dia tidak mau bersaksi mengambinghitamkan keluarga Lightwood.
Ketika ternyata Jace tidak menginginkan Clary di sana, Sebastian yang misterius
membantu Clary menyingkap rahasia keluarganya.
Sementara itu, Valentine hendak memanggil Malaikat dan
semua iblis. Dia siap menghancurkan ras Pemburu Bayangan kalau mereka tidak mau
tunduk kepadanya. Kini satu-satunya harapan mereka untuk bertahan adalah dengan
meminta bantuan Penghuni Dunia Bawah. Tapi bisakah kedua pihak tersebut
mengesampingkan kebencian mereka demi bekerja sama? Dalam kegentingan ini,
apakah Jace rela mengorbankan nyawanya demi Clary? Bisakah Clary menggunakan
kekuatan barunya untuk menyelamatkan Kota Kaca, apa pun akibatnya?
Cinta adalah dosa kehidupan. Rahasia masa lalu
terbukti mematikan ketika Clary dan Jace menghadapi Valentine dalam jilid
ketiga The Mortal Instruments.
City of Fallen Angels
Perang Mortal telah berakhir. Clary Fray kembali ke
New York, bersemangat menghadapi berbagai kemungkinan di hadapannya. Dia
berlatih untuk menjadi Pemburu Bayangan dan menggunakan kemampuan uniknya. Ibu
Clary, Jocelyn Fray, akan menikah dengan pria yang dicintainya. Penghuni Dunia
Bawah dan para Pemburu Bayangan akhirnya berdamai. Dan yang terpenting dari
semuanya Clary akhirnya bisa menyebut Jace pacarnya. Tetapi, semua ada
harganya.
Seseorang membunuhi Pemburu Bayangan, menyulut
ketegangan yang bisa berujung perang berdarah kedua. Sahabat Clary, Simon,
tidak bisa membantunya. Ke mana pun Simon menoleh, seseorang menginginkannya di
pihak mereka beserta kekuatan kutukan yang mulai merusak hidupnya. Selain itu,
dia mengencani dua gadis yang cantik dan berbahaya yang saling tidak mengetahui
tentang yang lain.
Ketika Jace mulai menjauhi Clary tanpa menjelaskan
alasannya, Clary dipaksa untuk menggali ke dalam inti misteri yang pemecahannya
menyingkapkan mimpi terburuknya. Dia telah menggerakkan rantai peristiwa mengerikan
yang dapat membuatnya kehilangan semua yang dia cintai. Bahkan Jace.
City of Lost Souls
Iblis Lilith telah dihancurkan dan Jace dibebaskan.
Tapi, ketika para Pemburu Bayangan muncul, mereka hanya menemukan darah dan
pecahan kaca. Jace hilang. Juga pemuda yang Clary benci: Sebastian kakaknya,
yang bertekad menekuk lutut para Pemburu Bayangan. Kunci pun tidak bisa melacak
keberadaan keduanya.
Namun, Jace tidak bisa berada jauh dari Clary. Ketika
mereka bertemu kembali, Clary mengungkap kengerian dari sihir Lilith Jace dan
Sebastian kini saling terikat, dan Jace menjadi pelayan kejahatan. Kunci
bertekad menghancurkan Sebastian, tetapi mustahil melukai salah seorang di
antara kedua pemuda itu tanpa menghancurkan seorang lagi.
Clary akhirnya menantang bahaya seorang diri. Apabila
kalah, dia tidak hanya akan kehilangan nyawa, tetapi juga jiwa Jace. Clary rela
melakukan apa pun demi Jace, tetapi apakah dia masih bisa memercayai Jace? Atau
apakah Jace telah benar-benar tak terselamatkan? Risiko apa yang terlalu berat,
bahkan demi cinta?
City of Heavenly Fire
Sebastian Morgenstern menjalankan rencana kejinya,
secara sistematis dia membuat Pemburu Bayangan berbalik menyerang Pemburu
Bayangan. Dengan Piala Infernal, dia mengubah Pemburu Bayangan menjadi
makhluk-makhluk mengerikan, mencerai-beraikan keluarga dan kekasih, sementara
barisan pasukan Yang Tergelapkan-nya membengkak. Kaum Pemburu Bayangan yang
digempur serangan mundur ke Idris tetapi, bahkan menara-menara iblis Alicante
yang masyhur itu tidak mampu mengadang Sebastian.
Dan dengan para Nephilim terkurung di Idris, siapa
yang akan menjaga dunia dari iblis-iblis? Ketika salah satu pengkhianatan
terbesar yang pernah diketahui kaum Nephilim terbongkar, Clary, Jace, Isabelle,
Simon, dan Alec harus melarikan diri walaupun perjalanan itu membawa mereka
jauh ke dalam alam iblis, tempat tak satu pun Pemburu Bayangan pernah
menjejakkan kaki, dan tak satu pun manusia pernah kembali dari sana.
-
Setelah selesai membaca keenam novel ini, aku langsung
menarik nafas puas. Perjalanan pemburu
bayangan dan teman temannya akhirnya rampung dibaca. Menarik membaca
kelanjutan bab demi bab, hal hal tidak terduga yang terjadi pada setiap
karakternya. Aku sarankan untuk membaca novel ini dari seri pertamanya. Quotes
Quotes latin dan kutipan alkitab tersisip di setiap novelnya.
(https://images.app.goo.gl/1XoYNmDqwggPdXbYA)
Freeform mengeluarkan serial TV adaptasi dari Novel
ini yang berjudul Shadowhunters. Pemain dalam serial TV ini totally berbeda
dari versi filmnya. Sayangnya, menurutku film ini menyajikan alur yang cukup
berbeda daripada novelnya. Sehingga menimbulkan representasi yang berbeda
antara novel dengan serial TVnya.











Komentar
Posting Komentar